Masalah Kesehatan Pilot

Masalah Kesehatan Pilot

Pilot tergolong sebagai salah satu profesi terpopuler di dunia pada dasarnya juga memiliki resiko tinggi terhadap ancaman kesehatan. Apalagi jika pilot memiliki jam terbang yang tidak teratur guna menginginkan jam terbang tinggi, tentu masalah kesehatan kemungkinan besar dialami. Meski dua jam sebelum take off pilot melakukan cek kesehatan, tapi hal ini bertujuan agar memungkinkan pilot untuk melakukan penerbangan dengan aman dan nyaman. Namun kesehatan pilot bisa saja terancam pada saat atau pasca penerbangan. Berbicara tentang masalah kesehatan pilot, apa saja masalah kesehatan yang kerap mereka alami? Silakan Anda simak uraian berikut untuk mengetahuinya:

Stres

Banyak orang mengalami stres karena dituntut oleh sebuah pekerjaan, demikian pula dengan profesi pilot. Pilot kerap mengalami stres karena beban pikiran yang selalu menghantui, dimana hal ini selalu terbayang karena tanggung jawabnya yang besar terhadap keselamatan para penumpang. Bagaimana tidak, bila salah satu dari seorang penumpang ialah seorang kepala rumah tangga, maka bukan hanya nyawa penumpang tersebut yang terancam tetapi juga keluarga yang ditinggalkan. Mengapa? Sebab sebagai kepala rumah tangga wajib menafkahi keluarga. Artinya, jika nyawa seorang kepala rumah tangga tersebut melayang, tentu keselamatan dan kesejahteraan hidup keluarga yang ditingalkannya juga akan terancam. Itulah mengapa di saat akan take off sampai landing pilot kerap merasa was-was dan stres karena bisa saja bahaya mengancam seperti halnya awan kumulonimbus yang dapat menyebabkan pesawat gagal mesin sehingga mengakibatkan kecelakaan.

Batu ginjal

Pilot juga beresiko mengalami batu ginjal. Meski pada saat seleksi masuk sekolah pilot calon cadet dites terlebih dahulu dan dinyatakan memiliki kesehatan yang baik, akan tetapi tidak menutup kemungkinan pilot bisa terancam penyakit batu ginjal seiring pencapaian karirnya. Batu ginjal pada dasarnya disebabkan oleh penderita kurang mengkonsumsi air putih. Hal ini kerap terjadi pada pilot karena jam terbang yang tinggi bahkan juga terbiasa mengkonsumsi air putih tidak sampai 2 liter per hari sehingga membuat tubuh menjadi dehidrasi. Itulah sebabnya batu ginjal sangat lumrah menyerang kesehatan pilot sebab kurang minum.

Kanker kulit

Tidak hanya pilot yang terancam resiko kanker kulit tapi juga awak kabin. Penyakit kanker kulit atau melanoma tersebut memiliki potensi besar menyerang kru pilot karena terkena paparan sinar matahari lebih tinggi ketika mengudara sehingga sel-sel kulit menjadi gampang rusak. Terlebih lagi bila jadwal penerbangan pilot sangat padat, tentu resiko kanker kulit sangat tinggi. Kendatipun radiasi matahari dinetralisir oleh jendela pesawat, namun upaya ini sangat rendah. Jika diatasi dengan cepat dan cara yang tepat, peluang sembuhnya kanker kulit masih bisa diusahakan. Tapi bila terlambat, penyakit tersebut juga bahkan bisa mengancam keselamatan.

Gangguan psikologis

Profesi sebagai seorang pilot memang diharuskan memiliki mental kuat. Apalagi resiko kecelakaan pesawat sangat tinggi dalam penerbangan karena selain faktor cuaca juga human error. Ada sebagian pilot yang nyatanya mengalami gangguan psikologis dari insiden yang pernah dihadapinya, seperti pendaratan darurat. Hal ini tak jarang membuat mereka depresi dan membutuhkan waktu yang cukup untuk menenangkan diri. Bahkan, ketika mendapat jadwal penerbangan, mereka pun kerap berhalusinasi bakal mengalami insiden seperti sebelumnya.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa profesi apapun yang ditekuni pada dasarnya memiliki resiko yang tinggi bahkan bisa mengancam keselamatan. Kendatipun pilot terlihat gagah dengan seragamnya yang dilengkapi kuningan emas, tapi bukan berarti mereka kebal terhadap ancaman kesehatan, bahkan resiko yang mereka hadapi lebih besar ketimbang profesi lainnya. Namun mereka juga selalu meningkatkan wawasan, kemampuan, pengetahuan, dan keberanian serta menerapkan pola hidup sehat supaya bisa terhindar dari resiko-resiko yang ada.