Cek Beberapa Hal Ini sebelum Mendaftarkan Anak ke Sekolah Pilot

sekolah pilot luar negeri berkualitasTak sedikit orang tua yang ingin anaknya memiliki masa depan cemerlang dengan menjadi pilot airline. Lantaran pilot airline bisa mengantongi penghasilan belasan hingga puluhan juta Rupiah per bulannya. Apakah sama halnya dengan bunda? Kalau demikian, langkah yang harus bunda lakukan adalah menyekolahkan anak ke Sekolah Penerbangan. Anak bakal digembleng dengan pendidikan semi militer, diberikan pembekalan secara teori, serta dilatih menerbangkan pesawat dengan simulator hingga pesawat sungguhan di sekolah tsb. Pada gilirannya, dia bakal memperoleh lisensi yang bakal dipakai sebagai modal untuk melamar kerja di maskapai penerbangan. Sebelum mendaftarkan anak ke salah satu sekolah penerbangan di tanah air atau luar negeri, hendaknya mengecek beberapa hal berikut:

Minat & bakat

Coba cek, apakah minat & bakat anak bunda memang di dunia penerbangan? Kalau benar, bunda bisa lanjutkan keinginan mendaftarkan anak ke sekolah pilot. Sebaliknya, urungkan niat jika anak bunda tidak memiliki minat & bakat dalam dunia penerbangan. Jangan paksakan kehendak bunda karena akibatnya bisa fatal. Anak bunda bakal merasa tertekan sehingga pelajaran yang diberikan instruktur penerbangan sulit dicerna. Alhasil, anak bunda nantinya bakal sulit lolos tes airline mengingat kemampuan terbang salah satu syarat  yang diutamakan. Di lain pihak, anak bunda boleh jadi mundur lantaran tidak sanggup menghadapi pendidikan & pelatihan di sekolah pilot yang terbilang berat. Alhasil, biaya besar yang telah dikeluarkan jadi sia-sia.

Kemampuan bahasa Inggris

Seorang pilot itu harus pandai berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Lantaran, bahasa inilah yang bakal digunakan pilot ketika melakukan komunikasi dengan pihak ATC mulai dari take off hingga landing. Makanya, calon kadet sekolah pilot dalam negeri apalagi sekolah pilot luar negeri seperti Royhle Flight Academy Filipina diwajibkan bisa menggunakan bahasa Inggris. Rata-rata sekolah pilot mensyaratkan calon kadet memiliki score TOEFL minimal 400. Bagaimana dengan kemampuan bahasa Inggris anak bunda? Kalau memang bagus, pendaftaran bisa dilanjutkan. Jika buruk, berikan les privat bahasa Inggris pada anak supaya skill membaca, menulis, mendengarkan, dan berkomunikasi bahasa Inggris lebih baik. Jangan sampai bunda mendaftarkan anak ke sekolah pilot ketika skill bahasa Inggrisnya sangat kurang. Ini akan membuat uang pendaftaran jadi terbuang sia-sia karena gagal lolos seleksi.

Kesehatan mata

Apakah anak bunda mengalami mata rabun? Bunda tidak perlu khawatir karena anak bunda masih memiliki kesempatan lolos tes kesehatan yang dilakukan di Hatpen. Dengan catatan, anak bunda harus lakukan operasi Lasik terlebih dahulu untuk mengatasinya. Yang harus bunda tahu, operasi Lasik tidaklah murah. Berdasarkan informasi yang beredar, operasi Lasik per 1 mata sekitar 15 jutaan Rupiah. Sebaiknya bunda urungkan niat untuk memasukkan anak ke sekolah pilot ketika anak mengidap buta warna entah karena genetik, efek obat-obatan tertentu, atau lainnya. Pasalnya, buta warna termasuk dalam 3 penyakit yang dipantang oleh sekolah pilot.

Bunda boleh antusias menyekolahkan anak ke sekolah penerbangan supaya bisa jadi pilot airline yang membanggakan keluarga sekaligus membahagiakan dirinya sendiri. Akan tetapi, antusiasme bunda tidak boleh sampai lupa memerhatikan ketiga aspek di atas. Apabila anak memenuhi ketiga aspek di atas, daftarkan dia ke sekolah penerbangan yang memiliki bandara latihan terbang sendiri (paling tidak berbagai dengan bandar komersil dengan traffic rendah), mempunyai pesawat latih yang banyak, sekaligus memiliki instruktur penerbangan yang handal. Kalau memang anak tidak memungkinkan masuk sekolah pilot, jangan paksakan karena akibatnya bisa fatal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *