Bukan dari Jurusan IPA, Apa Bisa Masuk Sekolah Pilot?

Tenang, meski bukan dari jurusan IPA kamu masih bisa masuk sekolah pilot. Asal punya kemampuan bahasa Inggris yang bagus, tidak punya penyakit ayan, jantung, & buta warna, serta tidak gemuk & pendek.

Sekolah pilot dari jurusan IPSApakah untuk masuk sekolah pilot harus berasal dari jurusan IPA? TIDAK. Kamu yang telah lulus SMA dengan jurusan IPS, lulus SMK jurusan otomotif, perkantoran, perkapalan, dsb, atau lulus kuliah dengan jurusan ekonomi, akuntansi, komputer, dsb punya peluang yang sama dengan mereka lulus dari jurusan IPA. Untuk sekolah pilot swasta di dalam negeri umumnya menerima calon siswa dari semua jurusan, terpenting sudah lulus SMA atau sederajat. Kalau sekolah pilot di luar negeri rata-rata tidak mengedepankan jurusan IPA, terpenting mampu melalui berbagai tes yang diajukan. Sejatinya, sekolah pilot lebih mengutamakan calon siswa memenuhi beberapa persyaratan berikut:

Punya kemampuan bahasa Inggris yang bagus

Kemampuan bahasa Inggris yang bagus menjadi syarat mutlak masuk sekolah pilot. Tidak lain karena semasa pendidikan di sekolah pilot, siswa bakal berkomunikasi atau mendengarkan instruktur penerbangan berbahasa Inggris. Siswa juga bakal mempelajari buku panduan penerbangan untuk meningkatkan wawasan terbang yang menggunakan bahasa Inggris mengingat penerbitnya dari luar negeri. Ketika telah menjadi pilot, komunikasi dengan ATC (pemandu lalu lintas udara di mana tempat kerjanya berada di menara di bandara) mulai dari take off, di langit, sampai dengan akan landing wajib menggunakan bahasa Inggris. Rata-rata sekolah pilot mengharuskan calon siswa memiliki kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan dalam sertifikat TOEFL dengan score 400. Kamu sudah memenuhi syarat ini? Jika kemampuan bahasa Inggris kamu masih di bawah score 400, sebaiknya belajar lagi bahasa Inggris dengan intensif sebelum mendaftar.

Tidak punya penyakit ayan, jantung, dan buta warna

Penyakit ayan atau epilepsi merupakan penyakit saraf yang punya gejala seperti berikut: kejang-kejang, pingsan, gigi menggertak, keluar air liur, dsb. Tidak bisa dibayangkan apabila pilot mengidap penyakit ayan, bukan? Pilot bisa mencelakakan awak pesawat & penumpang jika ia kambuh ketika terbang. Untuk itu, sekolah pilot tidak memberikan tolerir kepada calon siswa dengan penyakit yang satu ini. Di samping itu, calon siswa juga dipastikan tidak memiliki penyakit jantung (jantung koroner, aritmia jantung, jantung bocor, dll). Masa pendidikan di sekolah pilot umumnya semi militer. Ditakutkan dengan masa pendidikan yang cukup berat akan membuat siswa dengan penyakit jantung bisa kambuh bahkan mengancam keselamatannya. Saat mendaftar di airline pun tentunya bakal ditolak terus menerus. Calon pilot dengan mata rabun (maksimal 3), masih ada kesempatan tapi jika buta warna tidak ada kesempatan. Mata rabun masih bisa melakukan LASIK untuk penyambuhan, sedangkan buta warna tidak bisa disembuhkan.

Tidak gemuk & pendek

Fisik yang ideal juga jadi salah satu syarat masuk sekolah pilot. Coba lihat, rata-rata pilot punya tubuh yang ideal bukan? Jika kamu bukan dari jurusan IPA tapi tidak gemuk & pendek, kesempatan masuk sekolah pilot besar kok 😀 Kalau kamu punya badan yang gemuk, segera lakukan diet sehat untuk mendapatkan tubuh ideal agar bisa lolos sekolah pilot. Berikut tips-tips dalam melakukan diet sehat: ganti nasi putih dengan nasi merah, kurangi porsi makan tapi perbanyak sayur, perbanyak makan buah, ganti camilan dengan buah, makan tepat waktu, hindari makan sebelum tidur, jauhi gorengan, makanan siap saji, atau makanan beku, dan tak kalah penting olahraga teratur minimal 3 kali seminggu. Sudah berusia 20 tahunan memang cukup sulit untuk meninggikan badan, tapi setidaknya berusaha dulu. Minum susu sebelum tidur, olahraga peninggi badan (vertical hanging, basket, berenang, dll), dan minum suplemen peninggi badan yang terpercaya (ada izin BPOM, kandungan bahannya alami, dll).

Trik Lolos Sekolah Pilot dengan Mudah

Siapa sih yang tidak ingin masuk sekolah pilot? Sebagian orang punya ketertarikan untuk masuk sekolah pilot. Bahkan, yang sudah lulus kuliah sekalipun tak sedikit yang melirik. Hal ini didasari karena alasan setelah lulus sekolah pilot bisa menggeluti profesi sebagai pilot yang dikenal dengan gaji tinggi, bisa keliling dunia gratis, dapat tiket gratis untuk keluarga, punya pesona di mata lawan jenis, dsb. Sayangnya, beberapa dari mereka harus menelan “pil pahit” akibat tidak lolos sekolah pilot. Sebetulnya, ada trik untuk bisa lolos sekolah pilot dengan mudah. Bagaimana? Bahas yuk!

Lolos Sekolah PilotCari sekolah tanpa tes akademik

Tes akademik merupakan salah satu tes yang ditawarkan oleh sekolah pilot. Pelajaran yang umumnya diujikan adalah matematika & fisika. Apa kaitannya pelajaran matematika & fisika dengan dunia penerbangan? Jelas ada. Matematika, pelajaran yang menuntut seseorang berpikir untuk menghitung angka dengan berbagai rumus. Dengan pelajaran ini, seseorang diharapkan dapat berpikir logis, kritis, dan sistematis. Artinya, seseorang yang cukup baik dalam pelajaran matematika diharapkan memiliki cara berpikir logis, kritis, & sistematis yang dapat mencapai keselamatan penerbangan. Untuk pelajaran fisika, umumnya berkaitan dengan temperatur, tekanan, kelembaban, dll.

Seorang pilot tentu akan selalu berhubungan dengan hal-hal tersebut. Itulah sebabnya pilot setidaknya harus tahu tentang pelajaran matematika dasar. Jika mengalami kendala saat terbang, pilot bisa memperkirakan tindakan yang akan diambil tepat atau tidak dengan berdasarkan pada hal-hal tersebut. Apakah ini berarti yang lemah di kedua pelajaran tersebut tidak bisa lolos sekolah pilot? Tentu tidak. Kamu yang merasa lemah di kedua pelajaran tersebut bisa menyiasatinya dengan mencari sekolah tanpa tes akademik. Kalau di Indonesia, Aero Flyer Institute salah satu sekolah pilot tanpa tes akademik.

Pilih sekolah dengan nilai tes TOEFL 400

Kemampuan bahasa Inggris, modal yang harus dimiliki untuk masuk sekolah pilot. Alasannya karena rata-rata buku panduan penerbangan menggunakan bahasa Inggris karena diterbitkan oleh penerbit luar negeri, bahasa pengantar dalam sekolah pilot juga memakai bahasa Inggris, dan untuk komunikasi dengan ATC ketika menjadi pilot nanti diwajibkan menggunakan bahasa Inggris. Bagaimana kalau lemah di bahasa Inggris? Triknya adalah pilih sekolah yang menawarkan nilai tes TOEFL 400 seperti Nusa Flying School kalau di Indonesia karena ada sekolah pilot yang menawarkan nilai TOEFL 600 seperti BIFA.

Meski nantinya kamu berhasil mendapatkan nilai tes TOEFL 400, kamu tetap disarankan untuk terus memperlancar kemampuan bahasa Inggris baik selama pendidikan di sekolah pilot atau setelah lulus dari sekolah pilot. Hal ini dikarenakan maskapai penerbangan rata-rata menerima calon pilot dengan kemampuan bahasa Inggris yang oke. Kabarnya harus memiliki nilai TOEFL minimal 700. Jangan buat biaya yang dikeluarkan selama sekolah pilot sia-sia karena gagal terus melamar kerja di airline akibat lemahnya kemampuan bahasa Inggris, oke.

Pilih batch independent

Setiap sekolah pilot umumnya membuka batch 2 sampai 3 kali dalam setahun (di awal, tengah, & akhir tahun). Batch yang ditawarkan sekolah pilot sendiri sejatinya ada 2 jenis yakni batch independent dan batch Garuda, Air Asia, atau airline lainnya. Dari kedua jenis batch tersebut, disarankan untuk memilih batch independent. Batch independent adalah batch atau kelas di mana setelah lulus bebas apply kerja di airline manapun (di dalam atau di luar negeri). Untuk lolos ke batch independent terbilang lebih mudah dibanding lolos batch Garuda, Air Asia, atau airline lainnya.

Batch Garuda, Air Asia, atau airline lainnya maksudnya adalah sekolah pilot sudah punya kerjasama dengan pihak airline tersebut. Akan tetapi, pasca lulus bukan berarti bisa langsung jadi pilot di airline tersebut, tetap harus melewati prosedur yakni mengikuti tes tertulis hingga wawancara. Di samping itu, biaya batch Garuda, Air Asia, atau airline lainnya juga umumnya lebih mahal dibanding batch independent.